
Tidur? Ah… Ntar Gendut…
April 25, 2008Kadang-kadang orang tuh berpikir bahwa tidur identik dengan kegendutan, terutama tidur siang. Well, that’s totally wrong!
Diingatkan kepada pembaca, bahwa tidur adalah untuk kesehatan. Kalo tidur dengan jam yang over (>8jam) itu baru bikin gendut. Begitu pula dengan tidur siang.
Dalam 1 hari (24 jam), manusia wajib tidur 8 jam (untuk kesehatan), dan itu sudah termasuk jam tidur siang. Tidur siang memang sangat baik. Sehingga badan kita bisa beristirahat sejenak dari aktivitas, kemudian bisa segar kembali untuk aktivitas sore dan malam. Terutama bagi pelajar dan anak yang sedang bertumbuh.
Kenapa?
Ya karena tubuh itu perlu istirahat. Tubuh kita memang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, sesuai dengan yang Tuhan ciptakan. Baiklah kita yang mengetahui kekuatan tubuh kita menjaga kesehatan agar senantiasa baik adanya.
Tubuh yang over-work bisa menyebabkan pikiran yang over-stressed, menurunnya daya tahan tubuh, dan menyebabkan keletihan yang memberatkan tubuh dan pikiran kita. Kalau sudah begitu, kita akan gampang sakit, emosi yang bisa naik turun (eh, bener loh! Kejadian nyata nih!), dan bahkan gangguan mental (kalau emang sudah over banget!). Tidur siang itu membantu memulihkan tenaga agar tubuh tetap kuat. Jangan memaksakan pekerjaan yang baerat paa tubuh (baik kerja kuli, maupun kerja kantor) karena, sekali lagi, semuanya itu sama-sama dapat mengganggu pikiran dan kesehatan.
Tapi, bukannya begadang/tidur malam dikurangi bisa bikin kurus???
SAPA BILANG???
Begadang justru bikin kita gemuk! Gak percaya???
INSERM adalah organisasi umum yang mendedikasikan diri pada penelitan biologis, kedokteran dan penelitian kesehatan publik.
Dalam penelitian juga disebutkan, mereka yang terbiasa makan sedikit dan kurang olahraga justru bakal mudah gemuk. Dan data terakhir menyebutkan, kurang tidur juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Sekitar 30 survei dilakukan di 7 negara dengan populasi yang cukup luas mengindikasikan bahwa kegemukan terkait erat dengan kurang tidur entah pada anak atau orang dewasa.
Penelitian pertama berlangsung tahun 1992 di Perancis dan meneliti perihal anak-anak dan remaja. Spiegel mengatakan, meningkatnya kegemukan di Amerika pada pertengahan abad 20 terkait dengan masalah kurang tidur.
Dua hormon kunci diproduksi pada malam hari yang fungsinya mengatur nafsu makan.
Hormon protein yang diproduksi jaringan lemak dan mengatur simpanan lemak, grehlin membuat orang menjadi lapar, memperlambat metabolisme dan menurunkan kemampuan tubuh membakar lemak tubuh.
“Kami telah menunjukkan bahwa kurang tidur (2-4 jam) menyebabkan hilangnya 18 persen hormon leptin dan 28 persen meningkatkan hormon grehlin,” ujarnya.
Perubahan hormon semacam memudahkan orang lapar dan butuh lemak serta gula sehingga orang bakal menginginkan makanan seperti kue, kacang, dan lain-lain.
Kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar hingga 23-24 persen. Atau penambahan kalori sekitar 350-500 setiap hari, “yang pada orang yang kurang olahraga bakal memudahkan tambahnya berat badan.” jelas Spiegel.
Sayang, tidak begitu jelas apakah kurangnya tidur selama beberapa tahun bakal membahayakan kemampuan tubuh untuk merestorasi keseimbangan kedua hormon ini.
Sebuah penelitian yang dirilis di Washington pada Februari menunjukkan, anak-anak yang kurang tidur berisiko tinggi mengalami obesitas daripada mereka yang selalu tidur di malam hari. Menurut para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, tidur teratur dapat mengurangi risiko obesitas hingga sembilan persen.
Sebaliknya, anak-anak yang kurang tidur, 92 persen lebih berisiko mudah mengalami obesitas daripada yang kurang tidur.
“Analisis kami dari data yang ada meunjukkan kaitan jelas antara durasi tidur dan risiko obesitas pada anak. Risiko menurun saat durasi tidur makin banyak,” jelas Youfa Wang, seorang senior peneliti mengungapkan.
“Kebiasaan tidur teratur merupakan modal penting untuk mencegah kegemukan pada anak dan perlu dipertimbangkan lebih lanjut sebagai sebuah cara mencegah kegemukan,” ungkap Wang.
Para ilmuwan ini sempat mereview 17 penelitian yang telah dipublikasikan mengenai durasi tidur dan kegemukan pada anak.
Beberapa peneliti merekomendasikan anak-anak usia di bawah lima tahun sebaiknya tidur selama 11 jam atau lebih sehari, anak usia lima hingga 10 tahun sebaiknya tidur selama 10 jam atau lebih dan anak usia di atas sepluh tahun sebaiknya tidur sembilan jam sehari. (www.Hidayatullah.com)
See?
Fakta telah berbicara bahwa kurang tidur juga membuat kegemukan. Baiklah kita berkaca pula pada kebiasaan kita saat bergadang. Misalnya nonton bola. Siaran pertandingan bola kebanyakan ditampilkan pada malam hari, membuat beberapa orang (terutama pria) rela menunggu hingga tengah malam demi menonton tim kesebelasannya bermain. Dan ketika pertandingan dimulai, apa yang mereka lakukan? Mereka ngemil! makan kacang, kue-kue, dan snack yang mengandung lemak dan protein tinggi. Bahkan ada yang menikmati kopi, supaya mata tetep “cling”. Kopi sangat tidak baik bila dikonsumsi begitu sering, terutama saat malam. Karena didalam kopi terdapat zat yang membuat penikmatnya ketagihan, kalo sudah ketagihan, ia pun akan sering kurang tidur dan giginya menguning (yeks!)
Kembali ke masalah tidur.
Jadi, tidur itu baik untuk kesehatan. Asalkan jangan over bobok dan makannya juga over, nah itu sama saja bikin gendut. Jadi imbangilah makan dan tidur kamu semua!
Salam bobok…
POLAR