Kalau aku boleh menjabarkan secara detil apa saja yang tertera dalam kalender hapeku, tentu hapeku bisa menampilkan tulisan “Memory full. System Error. Need to be repaired.”
Aku benar-benar gila schedule. Bukan berarti aku mengejar kerjaan, tapi baik sekali kerjaan mengejarku. Aku benar-benar merasa seperti mesin yang harus bergerak ke sana- kemari dan bisa jadi aku meledak ketika overload.
Anehnya, terkadang aku menikmati kesibukan ini. Ada kebanggaan tersendiri ketika melihat kalender hape yang penuh dengan red mark tanda adanya appointment, meeting, memo, atau to do list. Atau ketika ditanya orang, “ngapain kamu hari ini?” aku bisa menjawabnya dengan singkat, “kerja” kemudian menghembuskan nafas agak panjang dengan maksud kau-tahu-betapa-melelahkannya-pekerjaanku. Namun tetap dengan satu rasa: bangga.
Aku bukanlah maniak kerja. Bukan juga pecinta pekerjaan kantor yang duduk di balik meja menatap kertas dan komputer. Bukan, aku tidak suka pekerjaan yang hanya terkurung di suatu ruangan sempit. Tapi entah kenapa aku suka pekerjaanku.
Aku suka ruangan kecil untuk tiga meja kerja dan satu lemari arsip besar.
Aku suka mejaku (walaupun sebenarnya aku tidak tahu mejaku yang mana, karena aku hanyalah seorang asisten).
Aku menikmati pemandangan lemari arsip, dengan beberapa folder arsip tertata rapi.
Aku menyukai pekerjaan ketika hanya satu jam, hanya untuk input data.
Tapi aku juga suka ketika bosku memberi banyak jobdesk ketika dia butuh bantuan atau sedang keluar kota.
Kadang capek juga sih, kerjanya padat dan banyak.
But I love it. I love it so much.
Aku belajar untuk tetap mengatur waktuku, dan berusaha lebih menghargai waktuku yang hanya 24 jam. Walaupun 24 jam rasanya sangat kurang.
Aku suka pekerjaanku, karena membuatku lebih kangen dengan kasur. Hehehe…